show episodes
 
Menjelaskan tentang maksud dari ghuluw yaitu berlebih-lebihan dalam menghormati dan mengaungkan orang shaleh, dan larangan islam terhadapnya, karena ia merupakan penyebab terjerumusnya orang-orang terdahulu kedalam kesyirikan seperti yang telah dilakukan oleh kaum Nuh As, serta orang-orang Yahudi dan Nasrani dalam mengagungkan nabi dan orang-orang shaleh diantara mereka.
 
Menjelaskan tentang wajibnya patuh terhadap hukum-hukum Allah yang terkandung dalam al-quran dan sunnah, kemudian menyebutkan tentang larangan-larangan yang sering dilakukan oleh kebanyakan kaum wanita seperti: berbuat syirik, pergi kedukun dan tukang sihir, membuat tato di badan, mencabut bulu mata, memotong dan meratakan gigi untuk kecantikan, serta merubah ciptaan Allah, juga menjelaskan tentang syarat-syarat pajkaian wanita muslimah dalam islam.
 
Actionesia Audio Artikel, merupakan kumpulan audio yang saya buat berdasarkan bacaan yang ada di internet. Bagi kamu yang ingin saya bacakan artikelnya silakan kirim pesan melalui halaman kontak yang ada pada blog actionesia.com Silakan Kunjungi blog saya di www.actionesia.com See acast.com/privacy for privacy and opt-out information.
 
Ceramah yang disampaikan tentang oleh Syekh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al Badr tentang Cinta Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, bahwasanya ia merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan dari kecintaan terhadap Allah subhanahu wata’ala, kemudaian beliau membawakan dalil-dalil yang shahih dari kitab dan sunnah wajibnya cinta kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ….
 
Ceramah yang disampaikan oleh Syekh Abdurrazaaq bin Abdul Muhsin Al Badr menjelaskan hadits Rasulullah saw tentang pengertian halal, haram dan syubhat. Beliau juga menerangkan tentang bagaimana sikap kita terhadap yang halal, yang haram dan yang syubhat. Di akhir ceramah, beliau menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh para pendengar.
 
Loading …
show series
 
Reporter VOA Rivan Dwiastono berbincang dengan Yovantra Arief, Direktur Eksekutif Remotivi, tentang dampak UU Cipta Kerja terhadap industri penyiaran tanah air. Pasalnya, revisi UU Penyiaran tahun 2002 yang terkandung dalam UU Cipta Kerja justru berisifat kontra produktif.Oleh Rivan Dwiastono
 
Selamat pagi! Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada hari Kamis. Dalam berita lain, kasus serangan senjata tajam, yang menewaskan tiga orang dan melukai sejumlah lainnya di sebuah gereja di selatan Prancis, ditangani otorita Prancis sebagai aksi terorisme.Oleh Rivan Dwiastono
 
Vina Mubtadi mengobrol dengan Vremita Desectia, perempuan Indonesia yang lahir, sekolah dan dibesarkan di Yogyakarta, yang merupakan seorang hyperpolyglot. Vremita menguasai 12 bahasa dengan tingkat kemahiran yang beragam. Bagaimana cara ia mempelajari semua bahasa itu?Oleh Vina Mubtadi
 
Reporter VOA Dhania Iman berbincang dengan Turi Isherdianto di Weston, Florida, tentang novel fiksi elektroniknya yang berjudul “I Pink, I Can” yang belum lama ini dirilis. Novel itu terinspirasi oleh pengalamannya ketika didiagnosa perawatan kanker payudara sekitar empat tahun lalu.Oleh Dhania Iman
 
Pandemi COVID-19 membuat peneliti dari berbagai negara berlomba mencari vaksin. Namun, COVID-19 bukan satu-satunya penyakit yang perlu diberantas - ada kanker, diabetes, dan penyakit lainnya yang juga menunggu kehadiran obat. Salah satu cabang ilmu yang turut berperan besar dalam mendorong penemuan obat tersebut adalah bioinformatika, yang merupaka…
 
Eva Mazrieva berbincang dengan Maria Katarina Sumarsih, orang tua Bernardinus Realino Norma Irawan (Wawan) – korban tewas Tragedi Semanggi I, tentang upayanya selama 22 tahun untuk mencari keadilan, termasuk gugatannya terhadap jaksa agung yang menganggap tragedi itu bukan pelanggaran HAM berat.Oleh Eva Mazrieva
 
Ariono Arifin berbincang dengan Yusi Achmad, pegawai Kantor Pos AS (USPS), yang selama pandemi virus corona tetap menjalankan tanggung jawabnya mengantarkan surat dan paket kepada warga di Washington DC, mempertaruhkan kesehatannya di tengah kasus Covid-19 yang terus meningkat di AS.Oleh Ariono Arifin
 
Loading …

Panduan Referensi Cepat

Google login Twitter login Classic login