Riyaadhushshaalihiin 319. "DOA YANG DIBACA NABI ﷺ MENJELANG WAFAT" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

57:19
 
Bagikan
 

Manage episode 287856594 series 2490907
Oleh Muhammad Nuzul Dzikri ditemukan oleh Player FM dan komunitas kami — hak cipta dimiliki oleh penerbit, bukan Player FM, dan audio langsung didapatkan dari server mereka. Tekan tombol Berlangganan untuk mendapat setiap pembaharuan di Player FM, atau salin URL feed ke aplikasi podcast lainnya.
319. DOA YANG DIBACA NABI ﷺ MENJELANG WAFAT Riyaadhush Shaalihiin Bab 12 | Anjuran menambah amal kebaikan di usia senja Hadits 116 | Hadits Aisyah - radhiyallahu 'anha Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Tidaklah Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bershalat sesuatu shalat setelah turunnya ayat: Idzaja anashrullahi walfathu -Apabila telah tiba pertolongan dari Allah dan kemenangan, melainkan dalam shalatnya itu selalu mengucapkan: Subhanaka rabbana wa bihamdik, Allahummaghfirli -Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan saya mengucapkan puji-pujian kepadaMu. Ya Allah berilah pengampunan padaku.” (Muttafaq ‘alaih) Dalam riwayat yang tertera dalam kedua kitab shahih -yakni Bukhari dan Muslim, disebutkan dari Aisyah pula demikian: “Rasulullah shalallahu alaihi wasalam itu memperbanyakkan ucapannya dalam ruku’ dan sujudnya yaitu: Subhanakallahumma rabbana wa bihamdika, Allahummaghfirli -Maha Suci Engkau ya Allah Tuhan kami dan saya mengucapkan puji-pujian kepadaMu. Ya Allah, berikanlah pengampunan padaku,” beliau mengamalkan benar-benar apa-apa yang menjadi isi al-Quran. Makna: Yata-awwalul Quran ialah mengamalkan apa-apa yang diperintahkan pada beliau itu yang tersebut dalam al-Quran, yakni dalam firman Allah Ta’ala: Fasabbih bihamdi rabbika wastaghfirhu, artinya: Maka maha sucikanlah dengan mengucapkan puji-pujian kepada TuhanMu dan mohonlah pengampunan kepadaNya. Dalam riwayat Muslim disebutkan: “Rasulullah shalallahu alaihi wasalam itu memperbanyak ucapannya sebelum wafatnya, yaitu: Subhanaka wa bihamdika, astaghfiruka wa atubu ilaik -Maha Suci Engkau dan saya mengucapkan puji-pujian kepadaMu, saya mohon pengampunan serta bertaubat kepadaMu. Aisyah berkata: Saya berkata: “Wahai Rasulullah, apakah artinya kalimat-kalimat yang saya lihat baru mengucapkannya itu?” Beliau shalallahu alaihi wasalam bersabda: “Itu dijadikan sebagai -tanda- bagiku untuk umatku, jikalau saya telah melihat alamat -tanda- tersebut. Itu saya ucapkan apabila telah datang pertolongan dari Allah dan kemenangan.” Beliau membaca surat an- Nashr itu sampai selesai. Dalam riwayat Muslim lainnya disebutkan: “Rasulullah shalallahu alaihi wasalam memperbanyakkan ucapan: Subhanallah wabihamdih, astaghfirullah wa atubu ilaih -Maha Suci Allah dan saya mengucapkan puji-pujian kepadaNya, saya mohon pengampunan serta bertaubat kepadaNya. Aisyah berkata: Saya berkata: “Ya Rasulullah, saya lihat Tuan selalu memperbanyak ucapan: Subhanallah wa bihamdih, astaghfirullah wa atubu ilaih. Rasulullah shalallahu alaihi wasalam lalu bersabda: “Rabbku telah memberitahukan kepadaku bahwasanya aku akan melihat sesuatu -tanda- untuk umatku. Jikalau saya melihatnya itu, maka aku memperbanyakkan ucapan Subhanallah wa bihamdih astaghfirullah wa atubu ilaih. Kini aku telah melihat tanda tersebut, yaitu jikalau telah datang pertolongan Allah dan kemenangan yakni dengan dibebaskannya kota Makkah. Dan engkau melihat para manusia masuk dalam agama Allah dengan berbondong-bondong. Maka maha bertasbihlah dengan mengucapkan puji-pujian kepada Rabbmu dan beristighfarlah kepadaNya, sesungguhnya Allah adalah Maha Penerima taubat.”

698 episode