Riyaadhushshaalihiin 431. "PELINDUNG DI MALAM HARI" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

1:04:04
 
Bagikan
 

Manage episode 297213474 series 2490907
Oleh Muhammad Nuzul Dzikri ditemukan oleh Player FM dan komunitas kami — hak cipta dimiliki oleh penerbit, bukan Player FM, dan audio langsung didapatkan dari server mereka. Tekan tombol Berlangganan untuk mendapat setiap pembaharuan di Player FM, atau salin URL feed ke aplikasi podcast lainnya.
431. PELINDUNG DI MALAM HARI Riyaadhush Shaalihiin Bab 17 | Kewajiban tunduk kepada hukum Allah, dan bagaimana sikap seseorang yang diajak kembali kepada hukum Allah dan diperintah kepada kebaikan atau dicegah dari kemungkaran Hadits ke-172 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu (( الآيتان من آخر سورة البقرة من قرأهما في ليلة كفتاه )) Rasulullah ﷺ bersabda: “Dua ayat di akhir surat Al Baqarah, barangsiapa yang membacanya di malam hari, maka dua ayat itu telah mencukupinya”. (HR. Bukhari & Muslim) Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata "Ketika turun ayat kepada Rasulullah 'Milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kalian menampakkan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan itu.' (Al-Baqarah: 284). Hal itu terasa berat oleh para sahabat Rasulullah*. Maka mereka mendatangi Rasulullah kemudian mereka berlutut seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, kami dibebani amalan-amalan yang kami sanggup; shalat, jihad, puasa, dan sedekah, dan kini telah turun kepada Anda ayat ini, kami tidak mampu untuk melaksanakannya.' Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Apakah kalian ingin mengatakan sebagaimana yang di-katakan oleh pengikut dua kitab sebelum kalian, 'Kami mendengar dan kami membangkang?' Tetapi ucapkanlah, 'Kami mendengar dan kami menaati. AmpunanMu yang kami mohon, wahai Rabb, dan kepadaMu tempat kembali.' (Al-Baqarah: 285).' Maka tatkala mereka membacanya dan lisan mereka telah tunduk kepadanya, Allah menurunkan sesudahnya, 'Rasul (Muhammad) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka rnengatakan), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasulNya, dan mereka mengatakan, ' Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Rabb kami, dan kepadaMu-lah tempat (kami) kembali.' (Al- Baqarah: 285).' Ketika mereka melakukan itu, Allah Ta’ala menasakhnya, maka Allah menurunkan, 'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Wahai Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami, jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya.' ‘Wahai Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya."Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami pikul.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya.’ ‘Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya’.” (HR. Muslim)

947 episode